Bukan mewah tapi berkualitas : Wamen Dikdasmen bawa semangat baru untuk Pendidikan melalui program Revitalisasi di Pulau Sebatik

Read Time:2 Minute, 1 Second

Pulau Sebatik, 17 Januari 2025 – Harapan baru menyapa wajah pendidikan di beranda terdepan Indonesia. Dalam kunjungan kerjanya ke Pulau Sebatik, Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamen Dikdasmen) Prof. Atip Latifulhayat, S.H., LL.M., Ph.D. menegaskan komitmen pemerintah untuk merombak kualitas pendidikan melalui program revitalisasi fasilitas sekolah yang lebih tepat sasaran.

Menurut Wamen Dikdasmen Prof. Atip Latifulhayat, S.H., LL.M., Ph.D., kunci kecerdasan bangsa sesuai amanat konstitusi bukan terletak pada kemegahan bangunan, melainkan pada fungsionalitasnya.

“Pendidikan berkualitas butuh dukungan fasilitas yang memadai, bukan yang mewah. Kemewahan belum tentu mengantarkan pada kualitas, tetapi fasilitas memadai menjamin sekolah yang aman, nyaman, dan efektif untuk belajar,” ujarnya di hadapan para pendidik dan tokoh masyarakat setempat.

Wamen Dikdasmen Prof. Atip Latifulhayat, S.H., LL.M., Ph.D., menyoroti kenyataan pahit di lapangan, di mana masih banyak sekolah di daerah pelosok yang kondisinya memprihatinkan. Bahkan, ditemukan sekolah yang belum pernah tersentuh perbaikan sejak pertama kali didirikan.

Untuk mengatasi hal ini, pemerintah mengandalkan program revitalisasi dengan sistem swakelola. Sistem ini memberikan kewenangan langsung kepada satuan pendidikan untuk mengelola perbaikan sekolah mereka sendiri.

“Ibarat manusia, ketika tampil dengan wajah yang telah dirawat, rasa percaya diri pun akan meningkat. Begitu juga sekolah. Jika bangunannya layak, semangat belajar siswa dan guru pasti ikut melonjak,” tambahnya.

Selain mempercepat perbaikan, sistem swakelola ini diyakini mampu menumbuhkan sense of belonging atau rasa memiliki yang kuat di lingkungan sekolah. Ke depannya, pemerintah akan memprioritaskan wilayah 3T (Terdepan, Terluar, dan Tertinggal) sebagai fokus utama pembangunan.

Tak hanya soal fisik bangunan, Wamen Dikdasmen Prof. Atip Latifulhayat, S.H., LL.M., Ph.D., juga menekankan pentingnya peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Beliau mendorong agar lulusan SMK di Pulau Sebatik memiliki keahlian yang relevan dengan potensi daerah, seperti sektor perkebunan dan perikanan.

Namun, keahlian lokal saja tidak cukup. Di era persaingan global, siswa dituntut untuk menguasai bahasa asing dan memiliki kemampuan inovasi yang tinggi.

“Perubahan dan inovasi harus menjadi langkah utama jika kita ingin hasil yang berbeda. Kita ingin lulusan dari Nunukan tidak hanya jago di daerah sendiri, tapi juga mampu bersaing di tingkat internasional,” tegasnya.

Menutup arahannya, Wamen Dikdasmen Prof. Atip Latifulhayat, S.H., LL.M., Ph.D., mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk turut menjaga fasilitas yang telah dibangun. Kreativitas dan kolaborasi antara pemerintah, sekolah, dan masyarakat adalah kunci utama untuk memajukan pendidikan di Kabupaten Nunukan.

Dengan semangat perubahan ini, wajah pendidikan di perbatasan diharapkan tidak lagi dipandang sebelah mata, melainkan menjadi simbol kemajuan dan inovasi bangsa.

error: Konten ini diproteksi!